Blogger Lampung Barat

Archive for the ‘Wordpress’ Category

Seperti dijelaskan dalam algoritma pagerank, bahwa pagerank didistibusikan setelah dibagi dengan jumlah outbound link pada halaman tersebut. Jadi sebuah halaman yang menerima pagerank dari halaman lain setelah dibagi jumlah link keluar dari halaman itu disertai dengan peredaman distribusi rank dengan nilai damping factor.

Sebelumnya,yang perlu diperhatikan adalah PR perhalaman dan Total PR website adalah hal yang berbeda.
Outbound link tidak akan berpengaruh langsung pada pagerank halaman itu sendiri, melainkan halaman lain yang di-link oleh halaman tersebut dan kemudian berpengaruh lagi bila ada backlink dari halaman yang di-link. Dan jika  outbound link itu adalah external link (link keluar website), maka akan sangat berpengaruh pada pagerank dari halaman-halaman lain dalam website tersebut. Atau bisa dibilang pagerank total dari website.

Dilihat dari struktur link website pada umumnya, setiap halaman saling terkait atau minimal memiliki satu link ke halaman home. Jika dalam kasus ini tidak ada external link, maka distribusi pagerank hanya pada halaman-halaman di dalam website tersebut dan tidak akan berkurang dari sisi total pagerank website.

Artikel ini akan sedikit membingungkan jika anda belum membaca konsep dan algoritma pagerank. Secara gamblangnya, jika sebuah halaman memiliki external outbound link, halaman itu akan mendistribusikan pagerank yang dimiliki untuk situs lain. Dan jika halaman itu juga memiliki link ke halaman lain dalam situs yang sama maka, pagerank yang diterima halaman yang di-link dalam situs yang sama tersebut akan berkurang.

Contoh kasus yang paling buruk dan sering terjadi adalah, bilamana struktur link halaman (artikel struktur link menyusul) sebagian besar mendistribusikan pagerank ke halaman utama (index) dan halaman index memiliki banyak external outbound link maka halaman lain dalam website tersebut akan memiliki pagerank yang sangat minimal. Hal ini karena setelah pagerank terkumpul di halaman index, pagerank didistribusikan ke situs lain. Keadaan ini akan lebih diperburuk lagi apabila halaman-halaman lain itu tidak mendapat link langsung dari halaman index. Karena hal inilah kenapa halaman yang bukan halaman index sering memiliki PR rendah.

Iklan

Saat ini sangat mudah kita mendapatkan wordpress themes secara gratis. Bahkan dengan desain yang sangat memukau. Tetapi perlu diperhatikan bahwa dari sudut pandang Search Engine Optimization, beberapa themes memiliki kelebihan dari themes lain. Hal ini karena setiap themes memiliki struktur content, link struktur yang berbeda. Oleh karena itu dalam memilih themes yang baik sangat perlu diperhatikan standar search engine friendly. Misalnya jangan menggunakan themes yang manampung lebih dari 100 link di halaman depan. Tentu syarat ini akan sangat berpengaruh sesuai dengan saran dari salah satu search engine seperti google.

Seo adalah proses yang sangat terkait dengan ketekunan dan usaha mencoba kemungkinan-kemungkinan, hal ini tentu saja karena setiap search engine besar tidak pernah mengungkapkan secara gamblang bagaimana logika dan algoritma mereka. Untuk itulah dalam blog ini saya mencoba menggunakan themes yang sudah saya optimisasi dengan mencoba menambahkan beberapa fitur dalam navigasi dan penampilan konten. Themes ini di saya redisign dari sebuah “fresh” wordpress themes karena saya senang dengan warna birunya. Tetapi telah mengalami perubahan yang cukup banyak dan juga plugin yang dipakai banyak saya “hard code” karena tidak ada di admin optionnya.

Setelah themes ini saya perbaiki saya akan sediakan link download serta list plugin yang digunakan. Jadi jika ada yang berminat untuk mencoba, silahkan tunggu saat themes nya sudah siap.

Dalam urusan themes saya tidak terlalu memikirkan desain yang harus bagus, karena desain bagus namaun tidak ada pengunjungnya juga akan mubazir. Tapi kalau bisa dua-duanya, itulah yang terbaik.

Bulan lalu sebenarnya saya sudah pernah membaca berita mengenai adanya kasus link injection di WordPress, tapi karena saya pikir blog-blog saya sudah aman, jadinya ya saya cuekin. Thanks to info dari mbak RembulanMerah, ternyata blog ini sudah jadi korban juga, hehehe. Terpaksa deh, tinggalin kerjaan sebentar dan utak-atik blog untuk ngeberesin masalah.

Seperti apa sih link injection ini?

Gini deh, coba salah satu cara berikut:

  1. Buka halaman ini dan masukkan alamat blog WordPress Anda (gak bisa subdirektori). Selanjutnya akan ada halaman baru (pop-up) yang terbuka. Lihat source code-nya (View – Page Source pada Firefox).
  2. Masuk ke Google.Com, ketikkan site:namadomainanda.com pada kotak pencarian. Pada hasil pencarian, klik Cached (atau Tembolok pada versi bahasa Indonesia) di salah satu halaman yang terindeks. Setelah terbuka, lihat source code-nya.

Jika pada kode sumber halaman tersebut, terutama pada bagian bawah, terdapat kode-kode yang tak dikenal (berupa daftar link ke situs lain), SELAMAT, berarti Anda sudah menjadi korban juga 🙂

Solusinya ada beberapa (karena penyebabnya juga ada beberapa) dan bisa Anda baca sendiri di sini. Saya sendiri hanya menggunakan salah satu (atau salah dua) yang paling sederhana. Setidaknya itu berhasil mengatasi masalah di CosaAranda.Com.

Cara yang saya pilih adalah menghapus pemanggilan terhadap fungsi wp_header (pada template Header) dan wp_footer (pada template Footer) dari theme WordPress yang digunakan.

Anda bisa menggunakan cara yang sama, tapi ingat, apabila memakai plugin All-In-One SEO Pack, penghapusan fungsi wp_header akan mengakibatkan plugin tersebut tidak berjalan. Solusinya? Pake plugin CA-Title aja, blog ini pake loh, hihihi.

Nah, selamat berjuang melawan serangan injeksi, kawan 🙂

Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 5 October 2008.

WordPress 2.6.1 baru saja di rilis dengan beberapa perbaikan masalah-masalah yang ada pada WordPress 2.6 namun sepertinya tidak ada yang bersifat penting yang mengharuskan pengguna WordPress 2.6 untuk mengupgrade ke 2.6.1. Jadi sepanjang merasa penggunaan WordPress 2.6 sudah berjalan dengan baik, tidak harus mengupgrade ke WordPress 2.6.1.

Beberapa perbaikan yang dibawa WordPress 2.6.1 ini di antaranya adalah masalah styling pada WordPress admin bagi pengguna bahasa yang penulisannya dari kanan ke kiri, bug gettext dengan konfigurasi PHP tertentu, masalah permalink untuk pengguna server IIS, masalah penyisipan image pada fitur Press This bagi pengguna Internet Explorer, dan masalah-masalah lainnya yang selengkapnya dapat dilihat di sini.

Pas lagi blogwalking saya menemukan blog yang lagi membahas NoFollow dan DoFollow pada wordpress. Saya langsung sadar bahwa blog ini belum saya dofollow-kan padahal sama seperti Jimmy saya juga penganut paham Dofollow. Bagi yang belum paham tentang istilah itu, saya coba berbagi untuk mengkampanyekan gerakan dofollow, ceileee… Mengapa saya katakan kampanye karena topik yang cukup hangat di antara blogger saat ini adalah pemberlakuan aturan nofollow di situs-situs social bookmark yang biasa digunakan untuk mendapatkan backlink. Backlink, yang merupakan suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan PageRank di mesin pencari. Karena salah satu cara mendapatkan backlink secara gratis adalah dengan mengisi komentar di banyak blog sehingga kita dapat memasukkan link alamat blog/website kita untuk mendapatkan backlink. Namun jika blog yang kita komentari memberlakukan aturan NoFollow maka link yang kita masukkan tadi tidak dianggap sebagai backlink.

Untuk mengubah status NoFollow menjadi DoFollow pada lembar komentar di wordpress, dapat menggunakan plugin Do Follow yang dapat di download di sini. Namun bagi yang ingin mengubah status nofollow menjadi dofollow secara manual untuk pembelajaran dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sederhana. Untuk itu masuklah ke pengelolaan file di hosting blog bisa lewat File Manager di Control Panel maupun lewat FTP. Di tempat menginstal wordpress cari folder wp-include, nah di folder ini kita akan mengeksekusi 2 file yakni: comment-template.php dan default-filters.php. Namun sebelum kita mengutak ngatik kedua file tersebut alangkah baiknya membuat backupnya dulu.

Kita mulai dengan membuka file comment-template.php (bisa melalui notepad atau php editor lainnya), cari function get_comment_author_link seperti terlihat pada gambar di bawah.

Perhatikan baris yang di block,

$return = “<a href=’$url’ rel=’external nofollow’>$author</a>”;

hapus kata nofollow sehingga kalimat fungsi tersebut menjadi:

$return = “<a href=’$url’ rel=’external’>$author</a>”;

Save file tersebut, kemudian buka file default_filters.php, cari bagian //Misc Filters seperti yang terlihat pada gambar di bawah:

pada awal kalimat yang di block,

add_filter(’pre_comment_content’, ‘wp_rel_nofollow’, 15);

tambahkan tanda // sehingga menjadi :

//add_filter(’pre_comment_content’, ‘wp_rel_nofollow’, 15);

Lalu save dan upload kembali ke hosting jika mengeditnya diluar control panel hosting.

Nah sekarang blog anda telah ikut dalam barisan kampanye Do Follow dimana tiap komentar yang masuk akan menjadi backlink untuk url yang dimasukkan. Namun untuk menjaga-jaga terjadinya spamming pada komentar blog maka pasanglah plugin anti spam seperti aksimet atau SpamKarma misalnya. Selamat mencoba.

Referensi :http://www.zalukhu.com/blogging/from-nofollow-to-dofollow#comment-9561