Blogger Lampung Barat

Posts Tagged ‘google

Tulisan ini masih merupakan lanjutan dari tulisan-tulisan tentang google pagerank sebelumnya. Dimana algoritma pagerank memiliki pengaruh terhadap beberapa aspek dalam website yang kita buat. Yang akan saya coba bahas kali ini adalah pengaruh dari jumlah halaman dari sebuah website terhadap google pagerank.
Sebelumnya kembali perlu diperhatikan adalah, pagerank ditentukan untuk setiap halaman akumulasi pagerank berbanding lurus dengan jumlah halaman (dengan catatan website tidak mendapat kontibusi ke/dari halaman lain).

Dari sini dapat disimpulkan setiap penambahan halaman juga akan menambah akumulasi pagerank website tersebut. Untuk nilai per-halaman (bukan akumulasi pagerank) sangat ditentukan oleh struktur link website tersebut.
Contohnya, misalnya struktur hirarki, yang membuat halaman yang paling dalam memiliki link ke halaman diatasnya atau halaman index, sedangkan halaman index tidak memiliki link langsung ke halaman pada hirarki paling dalam, maka google pagerank tertinggi dari website tersebut dapat dipastikan adalah halaman index. Dan secara otomotis halaman dalam hirarki yang paling dalam akan memiliki pagerank yang paling rendah.. (struktur ini baik jika anda bisa dan hanya butuh mengoptimasi halaman index anda)

Kembali pada poin yang digaris-bawahi di atas, sebuah situs, (apalagi yang dalam proses optimasi) sudah pasti sangat membutuhkan ibound link dari situs lain untuk meningkatkan pagerank. Kontribusi pagerank dari inbound link ini akan didistribusikan ke semua halaman web yang anda miliki yang besaran yang didapat tiap halaman kembali ditentukan struktur link website.
Secara kasarnya jika kita mendapat kontribusi dari inbound link sebesar 1 pagerank, nilai itu akan dibagi kesemua halaman website kita, bukan hanya halaman yang menerima inbound link. Dari sini juga dapat kita lihat, setiap penambahan jumlah halaman, akan memperbesar faktor pembagi tersebut. Penurunan kontribusi pagerank dari inbound link berbanding lurus dengan jumlah halaman yang kita tambahkan.

Dengan ini, jangan salah diasumsikan untuk tidak menambahkan halaman website bisnis anda, atau menambah posting pada blog anda. Karena sebuah wesite yang fresh, sering diupdate juga disenangi oleh search engine.
Solusinya adalah, setiap penambahan halaman pada website anda harus juga diusahakan penambahan baclink ke situs anda.
Semakin besar website yang anda miliki semakin banyak backlink yang ada perlukan agar keseluruhan halaman website anda memiliki pagerank yang merata (tidak hanya index yang memiliki pagerank tinggi tetapi halaman lain pagerank-nya sangat rendah).

Setidaknya ini yang terjadi pada blog saya. Saya menyediakan sitemap dalam format XML dengan maksud agar mesin pencari, terutama Google,  sudah mempunyai panduan apa-apa yang perlu diindeks dari blog ini.  Tapi, ketika saya mencari dalam blog saya mengenai website yang menyediakan layanan memberikan screenshot website yang saya lakukan beberapa hari yang lalu, saya mengetahui bahwa halaman tersebut tidak ada dalam hasil pencarian. Saya mengetahuinya melalui halaman lain yang menampilkan judul halaman yang saya cari. Itu mengapa saya katakan penyediaan Sitemap tidak menjamin semua halaman yang URL-nya masuk dalam Sitemap tersebut akan terindeks oleh Google.

Saya pun mengetahui bahwa banyak sebab yang menyebabkan itu terjadi. Misalnya saja ketika mulai mengindeks, waktu yang dialokasikan robot pengindeks Google habis (time out), atau ketika mengunjungi halaman tertentu, server web dimana kita hosting sedang down, dan sebab-sebab lainnya. Saat ini, saya menggunakan plugin Google (XML) Sitemaps Generator for WordPress untuk menghasilkan sitemap yang saat ini tidak hanya ditujukan untuk Google, tapi juga mesin pencari lain yang mengadopsinya seperti Yahoo, MSN, dan Ask.com.

Untuk memandu agar robot Google merasa perlu untuk kembali “berkunjung” ke halaman-halaman sebelumnya, dapat dilakukan dengan membuat link ke halaman tersebut dari halaman lain yang mempunyai prioritas pengindeksan lebih tinggi, misalnya dalam halaman berisi entry baru. Masalah saya pun terselesaikan dengan membuat tautan ke halaman yang sebelumnya tidak terindeks, sehari berikutnya saya cek, halaman tersebut masuk dalam hasil pencarian.

Mencari halaman-halaman mana yang belum terindeks, kemudian diselesaikan dengan cara di atas, bagi saya akan sangat merepotkan. Membuat link ke halaman-halaman yang terkait dengan apa yang saat ini saya tulis, juga dapat membantu agar Google pun mengunjungi halaman lain tersebut, yang mungkin saja halaman lama yang belum terindeks oleh Google. Itu makanya saya mencari plugin WordPress untuk menampilkan tulisan terkait dari apa yang saya tulis. Sepertinya ada beberapa pilihan, tetapi ketika menemukan plugin Yet Another Related Posts Plugin (YARPP), saya sudah merasa cukup dulu. Setidaknya dapat diterapkan pada blog ini yang belum menerapkan penggunaan tag dan dapat diaplikasikan pada semua tulisan termasuk tulisan-tulisan lama. Penggunaan related posts ini juga  saya gunakan sebagai salah satu upaya meningkatkan page views seperti pernah saya baca dari tulisan Budi Putra, disamping membuat internal link ke tulisan lain jika memang ada tulisan sebelumnya yang memang terkait.

Tulisan ini saya mulai ketika saya mendapati sapaan pengunjung melalui widget Digsby pada halaman ini, tetapi meskipun status saya online, sebenarnya saya sedang berada di ruangan lain. Mohon maaf kepada Anda yang mengirim pesan tersebut, tidak ada maksud untuk mengabaikan Anda. Semoga yang saya tulis saat ini, sempat Anda baca dan dapat menjawab pertanyaan Anda tersebut.

Sumber: http://www.maseko.com/Penyediaan Sitemap Tidak Menjamin Halaman Terindeks Google _ maseko’s weblog.htm

Anda baru saja membuat website atau blog baru dengan domain yang baru anda beli atau menggunakan alamat dari penyedia website atau blog gratisan seperti WordPress.com atau Blogger. Beberapa halaman atau postingan pun telah Anda buat pada website tersebut. Memasukkan URL Anda ke Google dan search engine lainnya merupakan langkah selanjutnya yang Anda lakukan, begitu juga dengan menitipkan URL website atau blog untuk dicantumkan di blog teman dan tidak lupa mencantumkan URL tersebut di mana ada kesempatan.

Hari berikutnya, Anda mungkin sudah mulai mengecek, apakah website atau blog baru tersebut sudah mulai terindeks oleh Google. Karena Anda hanya ingin mengetahui apakah sudah terindeks atau belum, Anda mungkin masih belum menggunakan kata kunci atau keyword tertentu. Anda masukkan alamat web atau blog langsung pada kotak pencarian Google atau menggunakan operator pencarian site:blogbarusaya.wordpress.com misalnya.

Mungkin saja, Anda sudah dapat langsung mendapati bahwa beberapa halaman web atau blog yang Anda buat sudah ada dalam hasil pencarian Google. Bersyukurlah, karena dengan masuknya dalam indeks Google, ada kemungkinan pengunjung yang masuk melalui hasil pencarian. Jika belum terindeks Google, kemungkinan Anda akan mendapati halaman seperti ini:

Besoknya, Anda pun mencoba melakukannya lagi dan mendapati hal yang sama.

Jika kegiatan sekedar mengecek apakah sudah terindek atau belum cukup merepotkan Anda dan juga membuat Anda kecewa beberapa kali, mungkin tips singkat saya ini ada gunanya. Tapi saya sendiri pun belum mencobanya. Ini tiba-tiba saja terpikir oleh saya ketika tadi melihat-lihat Google Alerts, dan sepertinya dapat digunakan untuk keperluan ini.

Setelah masuk Google Alerts, buatlah Google Alert baru seperti pada gambar di samping. Pada search terms isikan site:blogbarusaya.wordpress.com, dan tentu saja ini perlu disesuaikan dengan alamat website atau blog baru Anda. Kemudian pada Type, pilih Web. Untuk pilihan How often, ambil as-it-happens, yang maksudnya informasi berupa email cukup dikirimkan ke alamat email yang Anda masukan ketika sudah ada hasil pencarian yang didapatkan. Dengan kata lain, website atau blog Anda sudah terindeks oleh Google. Jadi, Anda tidak perlu mengecek setiap hari hanya untuk mengetahui keadaan ini, cukup tunggu email dari Google datang.

Kemungkinan tips ini tidak ada gunanya ya, karena jika hanya menyangkut mulai terindeks, Google sepertinya sangat cepat. Tapi itulah yang terpikir pertama kali, kegunaan Google Alerts. Mungkin Anda mempunyai ide lain yang lebih berguna untuk memanfaatkan Google Alerts?

Sumber :http://www.maseko.com/Mengetahui Kapan Website Mulai Terindeks Google _ maseko’s weblog.htm