Blogger Lampung Barat

Posts Tagged ‘lampung barat

Rencana pengelolaan dan pemanfaatan potensi panas bumi Sekincau–Suoh, Lampung Barat, ditargetkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan membangkitkan ekonomi Lambar.

Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan potensi panas bumi Sekincau–Suoh berkekuatan sekitar 430 mw itu kini telah memasuki tahap pelelangan di Sekretariat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di Jakarta. Baca entri selengkapnya »

Lima Fraksi DPRD Lampung Barat akhirnya menyetujui rancangan peraturan daerah (raperda) pembentukan delapan kecamatan untuk disahkan menjadi perda. Persetujuan dalam sidang paripurna yang berjalan alot kemarin dengan berbagai catatan. Paripurna diwarnai interupsi Wakil Ketua Fraksi Karya Baru Indonesia Raya Hi. Harun Roni, A.Ma. Namun, intrupsi itu ditanggapi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hi. Parosil Mabsus, S.Pd. Keduanya saling bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing. Meski begitu, raperda pembentukan delapan kecamatan tetap disahkan menjadi perda. Baca entri selengkapnya »

Masyarakat Peduli Danau Ranau (MPDR) Lampung Barat mendukung rencana Pemkab setempat memekarkan sebagian pekon (desa) di Kecamatan Sukau menjadi kecamatan Danau Ranau.

Ketua MPDR Lambar, Rusdi Effendi, mengatakan pemekaran lima pekon, yakni Pekon Lombok, Lombok Timur, Sukabanjar, Heni Arong, dan Ujung Rembun dari Kecamatan Sukau menjadi Kecamatan Danau Ranau merupakan kebutuhan untuk percepatan pembangunan dan memperpendek akses pusat pemerintah kecamatan khususnya untuk Pekon Heni Arong dan Ujung Rembun yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua dan perahu motor.

Lima pekon calon Kecamatan Danau Ranau, kata dia, memiliki potensi yang cukup besar baik dari pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Apalagi seluruh pekon berada di sekitar Danau Ranau. “Langkah ini sangat tepat untuk percepatan pembangunan yang diharapkan dapat meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata Rusdi, kemarin (24-2).

MPDR yang memiliki anggota dari seluruh pekon sekitar Danau Ranau, meminta Pemkab mempercepat proses pemekaran tersebut.

“Kami sangat berharap pemekaran ini segera terealisasi,” kata dia.

Sementara itu, Kasubag Tatapraja, Pemerintahan Umum, Sekretariat Pemkab Lambar, Intoni, mendampingi Kabag Pemeirntahan, Umum Amsir, mengatakan hasil kajian Tim Pemekaran Pemkab Lampung Barat menyatakan kecamatan-kecamatan yang diusulkan untuk dimekarkan laik untuk dimekarkan.

Kecamatan yang diusulkan tersebut, kata dia, pemekaran Kecamatan Sumber Jaya dipusatkan di Kebun Tebu; Kecamatan Way Tenong dipusatkan di Air Hitam. Seelain itu, Kecamatan Sekincau dipusatkan di Basungan, Kecamatan Belalau dipusatkan di Batu Kebayan, Kecamatan Suoh dipusatkan di Banjar Negeri, Kecamatan Sukau dipusatkan di Danau Ranau.

Kecamatan Pesisir Tengah dibagi menjadi tiga, yakni Way Krui dan Krui Selatan.

Saat ini, pihaknya sudah mengajukan usulan pemekaran kecamatan itu untuk mendapat rekomondasi dari Gubernur, dan mudah-mudahan semua kecamatan yang diusulkan untuk dimekarkan tersebut disetujui.

Setelah mendapat persetujuan dari Gubernur, kata dia, Pemkab Lampung Barat menindaklanjuti dengan mengajukan rancangan peraturan daerah (ranperda) ke DPRD Lambar.

“Mudah-mudahan rekomondasi Pak Gubernur segera turun sehingga segera ditindaklanjuti,” kata Intoni. n HEN/D-2

Sumber: Lampung Post

Pergelaran Semarak Wisata Tanjung Setia, Lampung Barat, yang direncanakan Minggu (14-12) mendatang akan berbarengan dengan peringatan Hari Nusantara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat Gatot Hudi Utomo mengatakan melalui penggabungan dua kegiatan, yakni Semarak Wisata Tanjung Setia dan Hari Nusantara, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan diharapkan akan menambah kemeriahan acara yang puncaknya pada Minggu (14-12) mendatang.

Semarak Wisata Pantai Tanjung Setia akan menggelar berbagai perlombaan, seperti kebut jukung, renang laut, dan ekshibisi selancar yang akan diikuti anak-anak Tanjung Setia. Sedangkan kegiatan Hari Nusantara, yakni lomba bersih-bersih pantai, lomba memasak ikan, kebut jukung, dan lomba kelompok nelayan.

Pada acara puncak kegiatan yang didukung Lampung Post itu akan ditampilkan peselancar nasional yang didatangkan dari Pantai Carita, monyet panjat kelapa, atraksi tari-tari tradisional, serta arakan-arakan yang menggunakan gerobak hias dan akan dihiasi dengan belasan putri pantai.

Tahun ini, kata Gatot, turis asing yang berkunjung di Pantai Tanjung Setia mencapai 2.000 orang, dan wisatawan lokal sudah puluhan ribu orang. “Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempromosikannya dengan harapan dari tahun ke tahun yang berkunjung akan bertambah banyak,” kata dia.

Segmen yang ditawarkan Pantai Tanjung Setia adalah selancar, sunset, menyelam, budaya lokal, memancing, serta kearifan masyarakat lokal bukan hanya wisatawan asing.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lambar Natajuddin menjelaskan tujuan pelaksanaan Hari Nusantara adalah untuk mengembalikan kejayaan Indonesia yang 2/3 luasnya adalah lautan, sehingga diharapkan muncul kesadaran masyarakat tentang bahari termasuk bagaimana menjaganya agar bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber : Lampung Post

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat bersama Masyarakat Peduli Danau Ranau (MPDR) Lambar mempersiapkan pelaksanaan Gebyar Pesona Lombok Ranau II 2008 yang akan dilaksanakan 25–26 Oktober.

Ketua MPDR Lambar Rusdi Effendi mengatakan demi memeriahkan dan menykseskan Gebyar Pesona Lombok Ranau kali ini, pihaknya tengah melakukan persiapan bersama Dinas Pariwisata Lampung Barat. Di antaranya menata lokasi lomba di sekitar Kawasan Wisata Terpadu Seminung Lumbok Resort.

Kegiatan tersebut, kata dia, sebagai wujud kesadaran masyarakat sekitar Danau Ranau wilayah Lampung Barat dalam menunjang program pemerintah di bidang pariwisata, yakni dengan memberikan tontonan dan sajian bagi pengunjung.

Adapun lomba yang akan dilaksanakan di antaranya tarik tambang jukung, memanah (ngera’as) ikan di Danau Ranau, karnaval motor hias, dan triatlon tradisional. “Kami sadar Danau Ranau kekayaan yang tidak ternilai bagi kami. Selain memiliki potensi perikanan, juga ada pesona Danau Ranau dan Gunung Seminung yang banyak menarik wisatawan,” kata dia.

Sementara Kabag Pengembangan dan Hubungan Antarlembaga Dinas Pariwisata dan kebudayaan Lampung barat Surizal Zikri mengatakan kegiatan Gebyar Pesona Lombok Ranau mengambil tema Dengan Gebyar Pesona Lombok Ranau II Tahun 2008, kita galang kebersamaan dalam menyongsong Visit Lampung Year 2009.

Menurut Surizal, dalam kegiatan tersebut, peserta akan memperebutkan berbagai hadiah menarik, seperti uang pembinaan, piagam, dan trofi. Selain itu, pengunjung juga akan mendapatkan door prize dari sejumlah sponsor.

Demi semaraknya kegiatan tahunan dengan objek danau tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan masyarakat sekitar Danau Ranau. “Pengembangan sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat, sehingga dalam kegiatan ini kami melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Sumber : Lampung Post

Danau ranau adalah obyek wisata yang terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten OKU. Tempat wisata yang terletak di wilayah Lampung Barat terletak di Desa Lombok yang telah dibangun daerah wisata terpadu yang meliputi Hotel, tempat penangkaran rusa dan lain – lain. Selain itu rumah penduduk juga akan dijadikan tempat menginap untuk para wisatawan, sehingga mereka bisa merasakan tinggal di rumah panggung.

Menurut penduduk yang ada disekitar danau terdapat banyak kisah yang menceritakan asal usul terjadinya danau ranau, dan salah satunya yang saya tulis dibawah ini.

Asal Danau Ranau
Meskipun secara teori ilmiah diyakini danau ini terjadi akibat gempa tektonik, seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Maninjau di Sumbar, sebagian besar masyarakat sekitar masih percaya danau ini berasal dari pohon ara. Konon, di tengah daerah yang kini menjadi danau itu tumbuh pohon ara yang sangat besar berwarna hitam.
Konon saat itu, masyarakat yang berasal dari berbagai daerah seperti Ogan, Krui, Libahhaji, Muaradua, Komering, berkumpul di sekeliling pohon. Mereka mendapat kabar jika ingin mendapatkan air, harus menebang pohon ara tersebut. Masyarakat dari berbagai daerah itu pun berkumpul dengan membawa makanan seperti sagon, kerak nasi, dan makanan lainnya.
Persis saat akan menebang pohon, masyarakat kebingungan bagaimana cara memotongnya. Ketika itulah muncul burung di puncak pohon yang mengatakan untuk memotong pohon, mereka harus membuat alat yang bentuknya mirip kaki manusia. Mereka pun akhirnya membuat alat menggunakan batu yang gagangnya dari kayu. Akhirnya pohon ara pun tumbang. Lalu dari lubang bekas pohon ara itu keluar air dan akhirnya meluas hingga membentuk danau. Sementara pohon ara yang melintang kemudian membentuk Gunung Seminung. Karena marah, jin yang tinggal di Gunung Pesagi meludah hingga membuat air panas di dekat Danau Ranau. Sedangkan serpihan batu dan tanah akibat tumbangnya pohon ara menjadi bukit yang ada di sekeliling danau
Di samping itu, masih di sisi Danau Ranau, tepatnya di Pekon Sukabanjar, berseberangan dengan Lombok, terdapat kuburan yang diyakini masyarakat sebagai makam Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat. Makam keduanya terletak di kebun warga Sukabanjar bernama Maimunah. Untuk menuju ke lokasi, selain naik perahu motor dari Lombok, bisa juga dengan berkendaraan.
Menurut juru kunci kuburan, H Haskia, di sini terdapat dua buah batu besar. Satu batu telungkup yang diyakini sebagai makamnya Si Pahit Lidah dan satu batu berdiri sebagai makamnya Si Mata Empat. Si Pahit Lidah yang oleh masyarakat disebut sebagai Serunting Sakti berasal dari Kerajaan Majapahit. Karena dianggap nakal, oleh raja, Si Pahit Lidah yang bernama asli Raden Sukma Jati ini diusir ke Sumatera. Akhirnya, dia pun menetap di Bengkulu, Pagaralam, dan Lampung.
Si Pahit Lidah memiliki kelebihan, yakni setiap apa yang dikemukakannya terkabul menjadi batu. Akibatnya, Si Mata Empat yang berasal dari India mencarinya hingga bertemu di Lampung, tepatnya di Way Mengaku. Di Way Mengaku keduanya saling mengaku nama. Lalu, keduanya beradu ketangguhan.
Salah satu yang dilakukan adalah memakan buah yang bentuknya seperti aren. Ternyata buah aren itu pantangan bagi Si Pahit Lidah. Karena makan akhirnya dia tewas. Sementara itu, Si Mata Empat yang mendengar kabar lidah Si Pahit Lidah beracun tidak percaya dan mencoba menjilatnya. Akhirnya, dia pun tewas. Peristiwanya, menurut penuturan H Haskia, terjadi di Pulau Pisang.
Lalu, kuburannya ditemukan di pinggir Danau Ranau.

Lampung Barat Potensi berbagai objek wisata pantai di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) belum dapat digarap secara optimal dan masih cenderung dibiarkan apa adanya secara alamiah tanpa pengelolaan memadai.

Kenyataan itu terungkap dari hasil penelusuran dan kunjungan ke sejumlah objek wisata pantai di Lambar itu, selama beberapa hari, awal pekan ini.

Bupati Lampung Barat (Lambar) Mukhlis Basri yang telah dilantik pada Senin (10/12/07) lalu, telah mencanangkan pengembangan sektor pariwisata di daerahnya sebagai unggulan memperoleh pendapatan daerah untuk pembangunan kabupaten itu.

Apalagi dari luas wilayahnya 495.040 hektare, 64% merupakan kawasan hutan yang tidak bisa dikelola sembarangan.

Objek wisata pantai yang memiliki keindahan alam dan daya tarik di Lambar, di antaranya Pantai Tanjung Setia di Kecamatan Pesisir Selatan, sekitar 52 km dari Liwa, ibu kota Lambar.

Kendati mulai dikembangkan, namun pantai yang dapat digunakan bermain selancar (surfing), memancing, kemah, berenang, dan berjemur serta outbond itu masih perlu ditingkatkan pengelolaan dan promosinya termasuk keluar

negeri.

Objek wisata pantai lainnya antara lain Pantai Labuhan Jukung di Pesisir Tengah Lambar yang dekat dengan pelabuhan ikan tradisional.

Beberapa pantai lainnya adalah Pantai Way Jambu, Pantai Way Sindi, Pantai Suka Negara, dan Pantai Way Haru yang menyimpan keindahan dan pesona alam serta daya tarik bagi pengunjungnya.

Umumnya pantai itu masih dibiarkan tanpa promosi gencar serta belum dikelola secara utuh.

Bupati Lambar Mukhlis Basri mengakui, banyak potensi wisata termasuk pantai yang indah di daerahnya belum dikelola sebagaimana mestinya.

Dia menegaskan akan mendorong adanya kemudahan bagi investasi wisata masuk ke Lambar, termasuk dukungan promosi objek wisata andalan daerahnya itu.

Sumber : Media Indonesia