Blogger Lampung Barat

Karya tangan Hiyasa Hidayat, warga Bengkunat, Kecamatan Bengkunat, Lampung Barat, berupa lukisan tangan berbahan baku pasir laut ikut ditampilkan di stan pameran MTQ ke-38 tingkat Provinsi Lampung, di Liwa.

Lukisan tersebut diminati pengunjung karena penampilannya unik dan bernilai seni dibandingkan dengan lukisan pada umumnya. Harganya pun bervariasi, antara Rp100 ribu–Rp500 ribu/buah, bergantung pada ukuran. Baca entri selengkapnya »

Rencana pengelolaan dan pemanfaatan potensi panas bumi Sekincau–Suoh, Lampung Barat, ditargetkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan membangkitkan ekonomi Lambar.

Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan potensi panas bumi Sekincau–Suoh berkekuatan sekitar 430 mw itu kini telah memasuki tahap pelelangan di Sekretariat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di Jakarta. Baca entri selengkapnya »

Lima Fraksi DPRD Lampung Barat akhirnya menyetujui rancangan peraturan daerah (raperda) pembentukan delapan kecamatan untuk disahkan menjadi perda. Persetujuan dalam sidang paripurna yang berjalan alot kemarin dengan berbagai catatan. Paripurna diwarnai interupsi Wakil Ketua Fraksi Karya Baru Indonesia Raya Hi. Harun Roni, A.Ma. Namun, intrupsi itu ditanggapi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hi. Parosil Mabsus, S.Pd. Keduanya saling bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing. Meski begitu, raperda pembentukan delapan kecamatan tetap disahkan menjadi perda. Baca entri selengkapnya »

Mungkin Anda pernah menjumpai sebuah situs web atau blog yang menurut Anda bagus, kemudian Anda ingin menyimpan seluruh artikelnya di komputer, atau menyimpan semua gambar-gambarnya :) . Bisa sih dengan cara manual dengan membuka halaman satu per satu dan menyimpan (save) satu per satu. Cara ini kurang efektif, karena ada cara otomatis untuk menyimpan seluruh isi website/blog sekaligus, yaitu dengan software yang disebut Pagenest Free Edition. Baca entri selengkapnya »

Lampung Barat menjadi kabupaten pertama di Provinsi Lampung yang melaksanakan program pendidikan rintisan sekolah gratis dan program pelayanan kesehatan masyarakat bersubsidi.

Asisten III Sekprov Pemrpov Lampung drh. Husodo Hadi menyampaikan hal itu dalam acara pencanangan program unggulan Lampung Barat tersebut, Kamis (12-3). Acara tersebut dihadiri unsur muspida, camat, peratin dan kepala kelurahan serta unsur masyarakat Lambar. Baca entri selengkapnya »

Masyarakat Peduli Danau Ranau (MPDR) Lampung Barat mendukung rencana Pemkab setempat memekarkan sebagian pekon (desa) di Kecamatan Sukau menjadi kecamatan Danau Ranau.

Ketua MPDR Lambar, Rusdi Effendi, mengatakan pemekaran lima pekon, yakni Pekon Lombok, Lombok Timur, Sukabanjar, Heni Arong, dan Ujung Rembun dari Kecamatan Sukau menjadi Kecamatan Danau Ranau merupakan kebutuhan untuk percepatan pembangunan dan memperpendek akses pusat pemerintah kecamatan khususnya untuk Pekon Heni Arong dan Ujung Rembun yang hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua dan perahu motor.

Lima pekon calon Kecamatan Danau Ranau, kata dia, memiliki potensi yang cukup besar baik dari pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Apalagi seluruh pekon berada di sekitar Danau Ranau. “Langkah ini sangat tepat untuk percepatan pembangunan yang diharapkan dapat meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata Rusdi, kemarin (24-2).

MPDR yang memiliki anggota dari seluruh pekon sekitar Danau Ranau, meminta Pemkab mempercepat proses pemekaran tersebut.

“Kami sangat berharap pemekaran ini segera terealisasi,” kata dia.

Sementara itu, Kasubag Tatapraja, Pemerintahan Umum, Sekretariat Pemkab Lambar, Intoni, mendampingi Kabag Pemeirntahan, Umum Amsir, mengatakan hasil kajian Tim Pemekaran Pemkab Lampung Barat menyatakan kecamatan-kecamatan yang diusulkan untuk dimekarkan laik untuk dimekarkan.

Kecamatan yang diusulkan tersebut, kata dia, pemekaran Kecamatan Sumber Jaya dipusatkan di Kebun Tebu; Kecamatan Way Tenong dipusatkan di Air Hitam. Seelain itu, Kecamatan Sekincau dipusatkan di Basungan, Kecamatan Belalau dipusatkan di Batu Kebayan, Kecamatan Suoh dipusatkan di Banjar Negeri, Kecamatan Sukau dipusatkan di Danau Ranau.

Kecamatan Pesisir Tengah dibagi menjadi tiga, yakni Way Krui dan Krui Selatan.

Saat ini, pihaknya sudah mengajukan usulan pemekaran kecamatan itu untuk mendapat rekomondasi dari Gubernur, dan mudah-mudahan semua kecamatan yang diusulkan untuk dimekarkan tersebut disetujui.

Setelah mendapat persetujuan dari Gubernur, kata dia, Pemkab Lampung Barat menindaklanjuti dengan mengajukan rancangan peraturan daerah (ranperda) ke DPRD Lambar.

“Mudah-mudahan rekomondasi Pak Gubernur segera turun sehingga segera ditindaklanjuti,” kata Intoni. n HEN/D-2

Sumber: Lampung Post

Pergelaran Semarak Wisata Tanjung Setia, Lampung Barat, yang direncanakan Minggu (14-12) mendatang akan berbarengan dengan peringatan Hari Nusantara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat Gatot Hudi Utomo mengatakan melalui penggabungan dua kegiatan, yakni Semarak Wisata Tanjung Setia dan Hari Nusantara, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan diharapkan akan menambah kemeriahan acara yang puncaknya pada Minggu (14-12) mendatang.

Semarak Wisata Pantai Tanjung Setia akan menggelar berbagai perlombaan, seperti kebut jukung, renang laut, dan ekshibisi selancar yang akan diikuti anak-anak Tanjung Setia. Sedangkan kegiatan Hari Nusantara, yakni lomba bersih-bersih pantai, lomba memasak ikan, kebut jukung, dan lomba kelompok nelayan.

Pada acara puncak kegiatan yang didukung Lampung Post itu akan ditampilkan peselancar nasional yang didatangkan dari Pantai Carita, monyet panjat kelapa, atraksi tari-tari tradisional, serta arakan-arakan yang menggunakan gerobak hias dan akan dihiasi dengan belasan putri pantai.

Tahun ini, kata Gatot, turis asing yang berkunjung di Pantai Tanjung Setia mencapai 2.000 orang, dan wisatawan lokal sudah puluhan ribu orang. “Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempromosikannya dengan harapan dari tahun ke tahun yang berkunjung akan bertambah banyak,” kata dia.

Segmen yang ditawarkan Pantai Tanjung Setia adalah selancar, sunset, menyelam, budaya lokal, memancing, serta kearifan masyarakat lokal bukan hanya wisatawan asing.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lambar Natajuddin menjelaskan tujuan pelaksanaan Hari Nusantara adalah untuk mengembalikan kejayaan Indonesia yang 2/3 luasnya adalah lautan, sehingga diharapkan muncul kesadaran masyarakat tentang bahari termasuk bagaimana menjaganya agar bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber : Lampung Post